SEMUA UNTUK SLAM

AHLAN WA SAHLAN

PERJUANGAN GARIS DEPAN WALAU KAU BUNUH JIWAKU TAK AKAN LARI AQIDAH DARIKU

Sabtu, 21 Mei 2011

Karakter Shahabat Menurut Musuh Islam



 ‘Amr bin ‘Ash  radhiyallahu ‘anhu bercerita:
Sepasukan umat Islam yang aku komandani meninggalkan Madinah untuk berperang. Ketika kami telah singgah di Iskandariyah penguasanya meminta, “Kirimkanlah kepada kami seseorang dari kalian agar aku dapat berdialog dengannya.” Aku mengatakan, “Aku sendiri yang akan menemuinya.” Aku berangkat bersama dengan seorang penerjemah. Ternyata disana telah disiapkan dua mimbar.
Dia bertanya, “Siapa kalian?” Aku menjawab, “Kami orang Arab, kami pemilik pohon berduri dan pohon salam, kami pemilik rumah Allah. Dulu kami adalah orang yang paling sempit tanahnya dan paling sengsara hidupnya. Kami biasa makan bangkai dan biasa saling serang. Kehidupan kami adalah kehidupan paling buruk yang pernah dialami umat manusia hingga muncul ke tengah-tengah kami seseorang yang pada hari itu bukan orang termulia kami dan bukan oran terkaya kami. Lalu ia berseru , ‘aku utusan Allah.’ Dia menyuruh kami melakukan apa yang tidak kami ketahui dan melarang kami mengerjakan apa yang biasa kami dan bapak kami kerjakan. Kami membencinya, mendustakannya dan membantah perkataannya hingga ia didatangi sekelompok orang selain kami yang mengatakan, ‘Kami membenarkanmu, breriman kepadamu, mengikutimu dan siap berperang bersamamu.’ lalu ia pindah ketempat mereka dan mereka menyambutnya. Kami  memeranginya dan diamemerangi kami. Kemudian dia mengalahkan kami dan mulai melebarkan kemenangan kepada orang-orang Arab di sekitar kami. Ia memerangi mereka dan mengalahkannya. Andaikata orang-orang yang aku tinggalkan mengetahui kehidupan yang sedang kalian nikmati pasti mereka semua akan berangkat mendatangi kalian agar mereka bisa ikut menikmati kehidupan yang sudah kalian nikmati.”  
Penguasa tersebut tertawa dan mengatakan , “Rasul kalian telah mengatakan kebenaran. Rasul-rasul kami juga telah membawa seperti apa yang dibawa seperti apa yang dibawa Rasul kalian untuk kalian. Kami mendukungnya hingga Raja-raja muncul ditengah-tengah kami dan mulai berkuasa atas  kami berdasarkan hawa nafsunya dan meninggalkan ajaran para Nabi. Jika kalian melaksanakan ajaran Nabi kalian, pasti kalian akan menang atas setiap orang yang memerangi kalian. Akan tetapi apabila kalian melakukan seperti apa yang kami lakukan, meninggalkan ajaran Nabi kalian dan bertindak seperti mereka yang bertindak dengan hawa nafsunya, pasti kalian akan kalah melawan kami. Apalagi jumlah kalian tidak lebih banyak dari jumlah kami dan kekuatan kalian tidak lebih hebat dari kekuatan kami.”
‘Amr bin ‘Ash mengatakan, “Aku belum pernah bertemu orang yang lebih cerdas darinya.”

Abu Ishaq bercerita
Para sahabat Rasul Shallallahu ‘alayhi wa Sallam selalu menang atas seluruh musuh mereka jika mereka bertemu. ketika menemui pasukan Romawi yang kalah, Heraklius, penguasa Anthokia mengatakan, “Ceritakan kepadaku tentang kelompok orang yang berperang melawan kalian. Bukankah manusia seperti kalian?” Mereka menjawab, “Tentu” Dia bertanya, “Mana yang lebih banyak; mereka atau kalian?”Mereka menjawab. “Kami lebih banyak dari mereka berlipat-lipat kali di seluruh medan partempuran.” Dia bertanya, “Kalau begitu mengapa kalian kalah?”
Seorang pria tua dari pembesar mereka memberi jawaban, “Mereka shalat di malam hari, berpuasa di siang hari, menepati janji, memerintahkan yang makruf dan melarang yang mungkar serta saling tolong- menolong. Sedang kita, kita minum khamr, berzina, mengerjakan yang haram, melanggar janji, marah , berbuat zalim, memerintahkan kemungkaran, melarang yang membuat Allah ridha, serta merusak bumi.” Heraklius mengatakan, “Kamu telah berkata jujur kepadaku.”
Walid bin Muslim barcerita
Aku diberitahu oleh seorang yang mendengar cerita dari Yahya bin Yahya al-Ghassani yang menceritakan kisah dari dua orang kaumnya.
Ketika pasukan Islam telah berada di daerah Yordania kami mendengar Damaskus akan di kepung. Kami berbelanja disana sebelum pengepungan berlangsung. Ketika kami sedang berbelanja, tiba-tiba kami dipanggil Patrick. Kami menghadap kepadanya. Dia bertanya, “Kalian dari Arab?” Kami menjawab, “ya.” Dia bertanya, “Kalian pemeluk Kristen?” Kami menjawab,”ya.” Dia memerintah, “Salah seorang dari kalian hendaklah pergi untuk mengawasi orang-orang tersebut dan setrategi mereka. Sementara yang lain tetap di rumah untuk menjaga harta benda rekannya.”
Salah seorang dari kami melaksanakannya. Beberapa waktu kemudian dia datang dan memberi tahunya , “Aku baru saja datang dari orang yang lembut dan naik kuda tercepat. Bila malam mereka adalah Rahib, tetapi bila siang mereka adalah prajurit berkuda. Mereka meruncingkan anak panah dan meluruskan tombak. Kalau anda mengatakan suatu perkataan kepada rekan anda, ia tidak akan bisa memahaminya karena suara mereka yang keras dalam membaca al-Qur’an dan berdzikir.
Ia menoleh ke rekan-rekannya dan mengatakan, “Dia datang kemari dari tempat mereka untuk memberitahukan kekuatan yang tidak akan dapat kalian bendung!”
‍‍‍‍‌‎‏Urwah bercerita:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar